Senin, 25 Juni 2018

Home » » PETANI ABAIMAIDA

PETANI ABAIMAIDA


Aku menyemai benih ubi dengan cinta
Aku sirami dengan air mata 
Sesampai waktu telah merundukkan bijinya, yang
Memberi isyarat musim pada senja untuk berdoa
Aku petik dengan ani-ani yang diasah, lalu
Mengupasnya hingga warna mutiaranya 
Menggairahkan senyum bagi burung-burung

Hidup tanahku
Hidup doaku jadi ubi
Dari tanah abaimaida
Yang selalu tumbuh pada mimpi leluhurku

Kini,
kebunku telah menjadi gedung-gedung
Yang pondasinya dipenuhi butiran airmata
Hingga aku harus mati di lumbung padi
Karena pasar ditumpuk padi dari luar negeri
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar