Dulu pesonamu tebarkan wangi
kepenjuru bumi
keindahanmu memanja mata
di damba setiap jiwa
keanggunanmu membuat cemburu
bunga bunga yang sedang merona
kepenjuru bumi
keindahanmu memanja mata
di damba setiap jiwa
keanggunanmu membuat cemburu
bunga bunga yang sedang merona
Kau bangga tidak hiraukan siapapun jua
tanpa kau sadari
seonggok nafsu mengintai dari balik hatimu
hingga nafsumu telah membunuh nuranimu
tanpa kau sadari
seonggok nafsu mengintai dari balik hatimu
hingga nafsumu telah membunuh nuranimu
Kesegaran yang kau banggakan
mengundang kumbang hidung belang
berbisik rayu penuh tipu ketelingamu
hingga kau terlena lupa kan dosa
mengundang kumbang hidung belang
berbisik rayu penuh tipu ketelingamu
hingga kau terlena lupa kan dosa
Sang kumbang telah menghilang
setelah mengoyak pagar sucimu
meninggalkan kau dalam bayang suram
campakkan kau dalam penyesalan
setelah mengoyak pagar sucimu
meninggalkan kau dalam bayang suram
campakkan kau dalam penyesalan
Kini masa manismu telah berlalu
hanya sendu dan muram hiasi harimu
mengharap waktu mengubur khilafmu
sendiri menjadi bunga layu terhasut rayu
hanya sendu dan muram hiasi harimu
mengharap waktu mengubur khilafmu
sendiri menjadi bunga layu terhasut rayu







Tidak ada komentar:
Posting Komentar