Rabu, 15 Februari 2017

Home » » Cahaya Dalam Rumah

Cahaya Dalam Rumah



Aku melihat langit menyeka bulir sendu air mata
ketika malam seakan hilang rupa diwajahnya
: padahal kebiasaannya adalah tersenyum lembut saat menatapku
namun, hanya muram yang kini ia bisa bagi denganku


aku mulai dihujani pertanyaan-pertanyaan risau
bikin angin semakin keras mendesau
berlari, mencari celah jawaban Tuhan
yang mungkin sudah tertulis pada dahan-dahan

lalu, sedetik-dua kutermangu di sudut qalbu
tiba-tiba lirih kudengar ada yang bercakap disebalik dadaku


: “adalah sepasang pintu surga menantimu, o…kekasih,
mereka begitu dekat, selalu berharap kau selamat,
lalu do’a-do’a mereka mencakar segala gusar,
meredamkannya bagai deras air yang mengular,
maka kumohon pulanglah dulu, o…kekasih,
basuhi kerinduan mereka dengan kelembutan dan asih.”

aku tertegun, menderas air mataku
kutengadahkan kedua tanganku
berharap sepasang pintu surga terus terbuka
sampai saat nanti aku memasukinya

wahai ibu… ayah…

segera ku basuhi segala kerinduan
kita rajut lagi kebersamaan
kemudian kita sulut cahaya dalam rumah
melukisnya menjadi serupa Jannah.


By:R-S-Ruse
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar